Feeds:
Posts
Comments

Keiretsu di Indonesia

Zaibatsu, Keiretsu, dan Chaebol

Ketiganya merupakan sebuah filosofi Jepang dan Korea dalam menjalankan bisnis. Lebih tepatnya pada sistem rantai pasok, atau di kalangan ahli pemikiran barat disebut dengan Supply Chain Management. Dalam sebuah sumber di www.lehrmach.com, ada beberapa pengertian yang bisa diambil, yakni

1.Zaibatsu

2.Keiretsu

3.Chaebol

Zaibatsu merupakan persekongkolan perekonomian Jepang, dimana negara mempunyai peraturan bahwa perusahan-perusahaan domestik harus menyupplai komponen-komponen yang dibutuhkan industri besar. Zaibatsu menghasilkan keiretsu, dimana beberapa perusahaan saling berhubungan dan menghasilkan kerjasama atau group. Hubungan perusahaan dapat berupa bentuk kepemilikan saham yang saling berkaitan. Atau dengan sistem perjanjian yang memungkinkan perusahaan saling terkait, misalnya antara supplier dengan perusahaan yang memproduksi barang. Dapat juga dalam hal aliran atau jaringan disteibusi. Kerjasama tersebut tidak hanya bersifat sementara atau incidental. Akan tetapi ada kesepakatan tertentu yang mengikat dan ditaati bersama. Chaebol hampir sama dengan keretsu, dimana konsep ini diterapkan di Korea.

Ada tiga unsur utama dalam keiretsu, yakni hierarki, kelompok, dan jangka panjang. Ketiga unsur ini diterapkan dalam berbagai nilai-nilai budaya korporasi seperti pengelolaan sumber daya manusia dengan shushin kayo (bekerja sampai dengan pensiun) dan nenko joretsu sei (sistem senoritas), maupun pengelolaan keuangan (sistem ‘bank utama’), pemasaran (penguasaan pangsa pasar) dan produksi (kanban system, kaizen).

Keiretsu merupakan pengelompokan beberapa industri di Jepang yang sama bidang usahanya. Secara garis besar, ada 3 macam keiretsu, yakni industrial, produksi dan distribusi. Sebagian besar perusahaan di Jepang mempunyai minimal 6 keiretsu. Suatu keiretsu beranggotakan ratusan perusahaan yang diorganisasikan oleh suatu bank besar atau perusahaan dagang tertentu (trading company). Setiap anggota keiretsu memberikan prioritas utama kepada perusahaan lain dalam kelompoknya sebagai konsumen ataupun pemasok. Seringkali, bank dan trading company menguasai sepertiga saham dari tiap-tiap perusahaan anggota, dan biasanya perusahaan-perusahaan tersebut membiayai aktivitasnya dengan pinjaman (40%) dari bank yang bersangkutan. Perusahaan anggota biasanya mempunyai saham di perusahaan anggota lainnya dan memiliki hubungan manajerial yang bersifat interlocking diantara mereka.

Secara umum hubungan dalam suatu keiretsu terjadi diantara keiretsu parent company dan keiretsu subsidiary. Dalam pengembangan produk dan pembaruan teknologi keiretsu parent company melakukan kerjasama dengan keiretsu subsidiary. Kerjasama ini memungkinkan munculnya produk yang memiliki tingkat kecacatan yang rendah sehingga kompetitif dalam pasaran internasional. Karyawan keiretsu subsidiary biasanya juga memiliki tingkat gaji yang lebih rendah sehingga lebih murah bagi keiretsu parent company untuk membuat komponen pada keiretsu subsidiary daripada memproduksi sendiri secara in-house. Bagi keiretsu subsidiary pola kemitraan ini juga memberikan kepada mereka suatu pasar yang sudah mapan bagi produk-produk yang mereka hasilkan.

Dengan sistem seperti itu, maka sebuah keiretsu mempunyai stratgi manajemen yang matang dan bersifat luas. Sehingga arah dan tujuan perusahaan tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi menjadi satu kesatuan. Secara berkala, biasanya dalam satu bulan sekali, pemimpin-pemimpin perusahaan dalam keiretsu megadakan pertemuan.

Fungsi lain dari keiretsu adalah menyelamatkan salah satu perusahaan yang mengalami kesulitan. Khususnya ekonomi. Seperti halnya yang terjadi pada tahun 1970-an, Sumitomo membantu Mazda yang kesulitan finansial. Perusahaan dalam satu kelompok tersebut memberikan syarat lunak dalam pengadaan barang. Selanjutnya, para pekerja yang menjadi imbas gagalnya Mazda, diserap perusahaan dalam satu keiretsu tersebut. Kampanye terhadap produk Mazda juga dilakukan secara gencar oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam satu keiretsu.

Indonesia perlu belajar

Konsep utama keiretsu sebenarnya seperti kongsi dagang dan group. Sebenarnya di Indonesia sudah ada, tapi hanya skala kecil dan belum seperti prinsip keiretsu Jepang. Contohnya adalah Orang Tua Group, Kompas-Gramedia Group, MNC Group, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia konsep mengenai rantai pasok masih sangat sedikit pengembangannya. Masih banyak diterapkan di beberapa perusahaan besar saja. Isu hangat yang susah untuk pengaplikasiannya adalah trust (kepercayaan). Hal itu sangat penting, mengingat bahwa kondisi perekonomian saat ini masih sangat labil. Dengan kondisi seperti itu, perlu waktu banyak untuk mengadopsi sistem keiretsu. Perlu belajar banyak, sehingga nilai-nilai yang penting yang dapat diambil, dapat diterapkan di Indonesia. Beberapa perusahaan PMA yang sudah menerapkan keiretsu secara utuh antara lain Toyota, Astra dan Daihatsu.

Apa yang harus dilakukan ?

Memang secara perlahan-lahan, Jepang sebenarnya menggerogoti negara lain dengan menyerap sumber daya yang ada, seperti SDM, SDA dan dengan menyiasati biaya produksi yang rendah. Yang harus disadari adalah perlunya peraturan yang mengatur mengeai perusahaan-perusahaan asing yang menerapkan PMA, dengan lebih teliti dan transparan. Artinya jangan sampai hal itu merugikan negara kita. Di beberapa negara maju dalam industri seperti Jepang, sangat mendukung industri lokal berkembang. UU mengenai perindustrian lebih berpihak. Sehingga industri maju. Oleh karena itu, Indonesia harus lebih mengedepankan kepentingan industri lokal. Dalam hal masalah SDM dan SDA, sebenarnya bukan menjadi kendala utama.

Peraturan yang dibuat harus bersifat jangka panjang dan jangan melihat dengan keuntungan sesaat. Kalau memang terlihat ada indikasi penguasaan aset negara oleh Jepang, baru diperlukan aturan yang lebih ketat. Contoh yang bisa dilihat adalah di Malaysia. Di mana Proton merupakan salah satu jaringan keiretsu Jepang. Namun, rupanya pemerintah Malaysia tidak gegabah dan lebih cenderung berpihak dengan pengusaha-pengusaha lokal. Konsep alih teknologi diterapkan di Malaysia. Dengan tujuan, negara Malaysia bukan hanya menjadi bagian keiretsu tetapi juga mempunyai keahlian teknologi yang sama dengan Jepang. Setelah beberapa lama dan cukup kuat, akhirnya Malaysia memilih jalan sendiri dan membuat Proton menjadi maju saat ini. pemerintah lebih berpihak pada perusahaan-perusahaan lokal.

Lalu, apakah di Indonesia harus seperti itu? Jawabannya adalah mari kita lihat seperti apa kondisi bangsa kita saat ini. Perusahaan-perusahaan besar Jepang dengan keiretsu-nya telah mampu menyerap banyak sekali tenaga kerja. Kalau diputus dengan peratusan sesaat, bukan perkara yang mudah. Artinya seperti yang telah disebutkan di atas, kita harus lebih melek terlebih dahulu. Bukan bersifat ikut-ikutan. Karena untung ruginya akan mengena di bangsa kita.

Sebenarnya konsep keiretsu tidak selamanya merajai konsep manajemen rantai pasok. Pernah terjadi di Renault-Nissan, dimana perusahaan tersebut justru memangkas keiretsu karena kerugian yang diderita. Mereka mengambil konsep 3-3-3. Artinya mempunyai tiga partner (Supplier, purchasing dan engineering). Adalah seorang barat bernama Carlos Ghosn. Dia adalah CEO yang mengubah keterpurukan dari Renault-Nissan dengan memotong keiretsu-nya. Dan beralih denga konsep lain.

Referensi :

Okuto, Hajime. TOYOTA keiretsu and NISSAN keiretsu. School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology, March 2003.
Nature – International weekly journal on science
www.digilib.ui.edu/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=92155&lokasi=lokal
www.keiretsuforum.com
www.kompas.com , copyright @ 2006
www.sinar harapan.com, copyright @ 2003
Zaibatsu, Keiretsu, and Chaebol of Japan and Korea : A Business Primer. Published for Association for Asia Research on May 2003. Available from : http//www.lehrmach.com.

Definisi Teknologi

Teknologi merupakan keadaan pengetahuan manusia tentang bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan, untuk memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memenuhi keinginan, termasuk metode teknis, keterampilan, proses, teknik, alat dan bahan baku.
Akhir dari tujuan dari teknologi merupakan added value atau nilai tambah yang berupa produk yang bermanfaat bagi manusia.
Demikian sekelumit pengertian teknologi yang malam pertama di hari pertama saya kuliah di semester empat ini dibahas. Namun ada hal yang menjadi menarik, diskusi dikelas menjadi begitu hangat, disebabkan oleh pendapat dari dosen saya yang mengatakan bahwa intinya yang dapat dikatakan teknologi apabila dapat membawa keuntungan finansial, dapat terukur, dan bersifat komersil. Apabila tidak, maka tidak dapat dikatakan sebagai teknologi. Hal ini masih dapat disetujui , namun dalam contohnya beliau menyampaikan bahwa pembangunan hal-hal yang tidak berkaitan dengan budaya material, seperti candi borobudur , piramida, mesjid, gereja, tidak dapat di katakan sebagai teknologi, karena hasilnya merupakan hal yang tidak memiliki sifat komersil yang dapat diukur secara finansial.
Salah satu teman segera protes, apakah seluruh dari hasil dari teknologi harus dapat di ukur secara finansial?, apakah hasil dari sisi positif bangunan-bangunan peradaban dan ibadah tidak dapat dikatakan sebagai teknologi, yang notabene, secara tidak langsung sebenarnya memberikan efek positif pada kemaslahatan manusia.

Pendapat pribadi saya, dalam kehidupan kapitalis seperti sekarang, memang segala sesuatu, baik itu teknologi, inovasi, maupun industri, akan selalu diukur dengan ukuran finansial. Berhasil tidaknya suatu kemajuan teknologi dan inovasi dinyatakan berhasil apabila memberikan kontribusi positif pada sisi finansial. Tetapi, karena kita tidak setuju dengan kapitalisme, maka kita menambahkan bahwa, apapun itu, asal merupakan kemaslahatan, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai teknologi. Jadi definisi teknologi dapat kita refisi, bukan hanya hasil akhirnya menguntungkan secara finansial, tetapi kemaslahatan, karena tidak seluruh kemaslahatan menggunakan indikator finansial.

Edisi wajar
Ya Tuhan, kalau ada thr segerakanlah, kalau tdk ada, jauhkanlah gosipnya…

Edisi Pak Tarno
Ya Tuhan, kalau ada thr segerakanlah, kalau tdk ada, tolong dibantu ya.. ! Bimsalabim jadi apa…Prok…Prok…Prok..​.

Edisi ngotot
Ya Tuhan, kalau ada thr segerakanlah, kalau tdk ada, tolong dicek lagi.. Mungkin salah baca kok ga diisi…:/

Edisi Bang Haji Rhoma Irama
Ya Tuhan, kalau ada thr segerakanlahlah, kalau tdk ada, TER…LA..LU (=|

Edisi SBY
Ya Tuhan, kalau ada thr, segerakanlah, kalau tdk ada, saya hanya bisa prihatin…O:)

Edisi Bang Napi
Ya Tuhan, kalau ada thr, segerakanlah, kalau tidak ada, wahai direksi : waspadalah… waspadalah…8-|

Edisi Sule
Ya Tuhan kl ada thr, segerakanlah
Kalau tidak ada, Ooo tidak bissa..>:/.

Sariman, :-) . Nama yang ngga asing bagi kita, hem.. Kira2 kalau disebut namanya pikiran kita akan tertuju pada sosok primata dengan tingkah lucu yang menjadi hiburan bagi anak-anak hingga orang dewasa. Tok..tok..tok sariman pergi kepasar., tok.tok.tok Sariman naik sepeda motor, tok.tok.tok sariman membawa gerobak. Dengan diiringi bunyi pukulan gendang kecil, seekor monyet berlenggak lenggok menirukan gaya yang dinarasikan sang dalang.
Kesenian Topeng Monyet, ya itu lah dia. Mungkin bagi sebagian besar orang sudah tidak asing lagi mendengar jenis hiburan ini, tetapi menariknya, di daerah berau ini sudah mulai banyak hiburan topeng monyet bermunculan. Saat ini saya tidak sedang membahas tentang hakikat dari hiburan ini, tetapi prospek bisnis dari hiburan ini di Berau. Saat saya sedang bersantai di taman cendana yang ada di kota Tanjung Redeb-Berau, mata saya tertuju pada keramaian orang-orang pengunjung taman yang sedang melihat atraksi topeng monyet. Menariknya ‘saweran’ yang diberikan orang-orang disini cukup mengejutkan, minimal mereka ‘menyawer’ dengan nilai paling rendah Rp.1000,- kebanyakan ada yang memberikan 2000, 5000, bahkan 10.000. Wow, ini saweran yang fantastis bagi saya. Dengan tiap hari mengadakan pertunjukan, bisa kita bayangkan penghasilan yang mereka dapatkan perharinya. Maka saya boleh katakan “Prospek di bisnis hiburan ini cukup Menjanjikan” :-D :-D :-D
Hiburan Topeng Monyet

My Poligon

Bersepeda, ya.. itulah kegiatan yang rutin aku lakukan sekarang, biasanya sih setiap hari minggu, bersama rekan atau keluarga, karena aku sekarang berada di surabaya, maka rute bersepeda ku sekarang di sekitar kawasan surabaya.

Senin sampai jum’at aktifitas tidak diselingi olahraga, maka mungkin sekarang aku harus “memaksa dri untuk berolahraga, belum lagi dengan kondisi berat badanku yang mulai “overweight”, tidak terlalu gendut sih, tapi BUNCITNYA perut merupakan salah satu alasannya. Dan kurasa untuk menurunkan berat badan, bersepeda merupakan salah satu solusinya.

Akhirnya setelah budget tersedia, kubelilah sepedaku di Ondomohen., tepatnya jl. Walikota mustajab, ya, kubeli sepeda jenis MTB (mountain bike) dengan merk Polygon, type Broadway. Dengan dual suspension.

Akhirnya sampai hari ini, hari-hariku kulewati dengan bersepeda di waktu luang, kekampuspun dengan sepeda, setiap hari minggu pagi sepedaan. Dan ikut komunitas bersepeda B2W (Bike to Work) dimana aku bertemu dengan teman2 yang juga sama memiliki hobi bersepeda, bahkan menjadikan sepeda sebagai salah satu alat transportasi utama mereka.

So,

1. Mulai bersepeda dari diri kita sendiri,
2. Mulai bersepeda dari/untuk jarak terdekat,
3. Mulai bersepeda sekarang juga.

KOMM HOL DAS LASSO RAUS

komm hol das lasso raus
wir spielen cowboy und indianer
wir reiten um die wette ohne rast und ohne ziel
hast du mich umzingelt
werde ich mich ergeben
stell mich an den Marterpfahl
komm hol das lasso raus
so wie beim ersten mal

so wie ein cowboy in der Einsamkeit
auf seiner suche nach Geborgenheit
reite ich immer weiter gegen den wind
solange bis ich endlich bei dir bin

für dich ist mir kein weg zu weit
bei dir vergesse ich die zeit
nun bin ich da und ich hör nur wie du sagst…

so wie ein cowboy in der fremden stadt
in der die angst noch einen namen hat
bin wie besessen auf der suche nach dir
jede gefahr nehme ich ins visier

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.