Teknologi merupakan keadaan pengetahuan manusia tentang bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan, untuk memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memenuhi keinginan, termasuk metode teknis, keterampilan, proses, teknik, alat dan bahan baku.
Akhir dari tujuan dari teknologi merupakan added value atau nilai tambah yang berupa produk yang bermanfaat bagi manusia.
Demikian sekelumit pengertian teknologi yang malam pertama di hari pertama saya kuliah di semester empat ini dibahas. Namun ada hal yang menjadi menarik, diskusi dikelas menjadi begitu hangat, disebabkan oleh pendapat dari dosen saya yang mengatakan bahwa intinya yang dapat dikatakan teknologi apabila dapat membawa keuntungan finansial, dapat terukur, dan bersifat komersil. Apabila tidak, maka tidak dapat dikatakan sebagai teknologi. Hal ini masih dapat disetujui , namun dalam contohnya beliau menyampaikan bahwa pembangunan hal-hal yang tidak berkaitan dengan budaya material, seperti candi borobudur , piramida, mesjid, gereja, tidak dapat di katakan sebagai teknologi, karena hasilnya merupakan hal yang tidak memiliki sifat komersil yang dapat diukur secara finansial.
Salah satu teman segera protes, apakah seluruh dari hasil dari teknologi harus dapat di ukur secara finansial?, apakah hasil dari sisi positif bangunan-bangunan peradaban dan ibadah tidak dapat dikatakan sebagai teknologi, yang notabene, secara tidak langsung sebenarnya memberikan efek positif pada kemaslahatan manusia.
Pendapat pribadi saya, dalam kehidupan kapitalis seperti sekarang, memang segala sesuatu, baik itu teknologi, inovasi, maupun industri, akan selalu diukur dengan ukuran finansial. Berhasil tidaknya suatu kemajuan teknologi dan inovasi dinyatakan berhasil apabila memberikan kontribusi positif pada sisi finansial. Tetapi, karena kita tidak setuju dengan kapitalisme, maka kita menambahkan bahwa, apapun itu, asal merupakan kemaslahatan, maka hal itu dapat dikategorikan sebagai teknologi. Jadi definisi teknologi dapat kita refisi, bukan hanya hasil akhirnya menguntungkan secara finansial, tetapi kemaslahatan, karena tidak seluruh kemaslahatan menggunakan indikator finansial.




